Metal Detector – Bagaimana Cara Bekerja Detektor Logam ?

metal detector

Bagaimana Cara Kerja Detektor Logam?

Metal Detector atau detektor logam bekerja dengan mentransmisikan medan elektromagnetik dari kumparan pencarian ke dalam tanah. Setiap benda logam (target) dalam medan elektromagnetik akan menjadi energi dan mentransmisikan ulang medan elektromagnetik mereka sendiri. Kumparan pencarian detektor menerima bidang yang ditransmisikan ulang dan memberi tahu pengguna dengan menghasilkan respons target. Detektor logam Minelab mampu membedakan antara jenis target yang berbeda dan dapat diatur untuk mengabaikan target yang tidak diinginkan.

Cara bekerja Metal Detector

1. Kotak Kontrol

Kotak kontrol berisi elektronik detektor. Di sinilah sinyal transmisi dihasilkan dan sinyal penerima diproses dan diubah menjadi respons target.

2. Cari Coil

Kumparan pencarian detektor mentransmisikan medan elektromagnetik ke tanah dan menerima medan elektromagnetik kembali dari target.

3. Mengirimkan Medan Elektromagnetik

Medan elektromagnetik yang ditransmisikan memberi energi pada target untuk memungkinkan mereka dideteksi.

4. Sasaran

Target adalah benda logam apa pun yang dapat dideteksi oleh detektor logam. Dalam contoh ini, target yang terdeteksi adalah harta karun, yang merupakan target yang baik (diterima).

5. Target yang Tidak Diinginkan

Target yang tidak diinginkan umumnya ferrous (tertarik magnet), seperti paku, tetapi bisa juga non-ferrous, seperti tutup botol. Jika detektor logam diatur untuk menolak target yang tidak diinginkan, maka respons target tidak akan dihasilkan untuk target tersebut.

6. Menerima Medan Elektromagnetik (hanya representasi visual – kuning)

Medan elektromagnetik penerima dihasilkan dari target yang diberi energi dan diterima oleh koil pencarian.

7. Respons Target (hanya representasi visual – hijau)

Ketika target yang baik (diterima) terdeteksi, detektor logam akan menghasilkan respons yang dapat didengar, seperti bunyi bip atau perubahan nada. Banyak detektor Minelab juga menyediakan tampilan visual informasi target seperti nomor ID atau tampilan 2 dimensi.

KONSEP PENDETEKSI KUNCI Metal Detector

Frekuensi

Frekuensi detektor logam adalah salah satu karakteristik utama yang menentukan seberapa baik target dapat dideteksi. Umumnya, detektor frekuensi tunggal yang mentransmisikan pada frekuensi tinggi akan lebih sensitif terhadap target kecil dan detektor frekuensi tunggal yang mentransmisikan pada frekuensi rendah akan memberikan kedalaman lebih pada target besar. Teknologi frekuensi tunggal Minelab adalah VLF dan VFLEX.

BBS, FBS, MPS, dan teknologi Multi-IQ revolusioner Minelab yang terdepan di dunia mentransmisikan beberapa frekuensi secara bersamaan dan oleh karena itu sensitif terhadap target besar yang kecil dan dalam pada saat yang bersamaan.

Keseimbangan Tanah

Keseimbangan Tanah adalah pengaturan variabel yang meningkatkan kedalaman deteksi di tanah yang termineralisasi. Tanah ini mungkin mengandung garam, seperti di pasir pantai basah atau partikel besi halus, seperti di tanah merah. Mineral-mineral ini merespons medan transmisi detektor dengan cara yang sama seperti yang dilakukan target. Karena massa tanah yang jauh lebih besar dibandingkan dengan target yang terkubur, efek mineralisasi dapat dengan mudah menutupi target kecil. Untuk memperbaikinya, pengaturan Ground Balance menghilangkan sinyal ground yang merespons, sehingga Anda mendengar sinyal target dengan jelas dan tidak terganggu oleh ground noise.

Ada tiga jenis utama dari Ground Balance:

1. Keseimbangan Tanah Manual – Menyesuaikan pengaturan Keseimbangan Tanah secara manual, sehingga jumlah minimum sinyal tanah yang terdengar.

2. Keseimbangan Tanah Otomatis – Detektor secara otomatis menentukan pengaturan Keseimbangan Tanah terbaik. Ini cepat, sederhana, dan lebih akurat daripada Keseimbangan Tanah yang diatur secara manual.

3. Melacak Keseimbangan Tanah – Detektor terus menyesuaikan pengaturan Keseimbangan Tanah saat mendeteksi. Ini memastikan bahwa pengaturan Ground Balance selalu benar.

Detektor Minelab menggunakan teknologi canggih eksklusif untuk kemampuan penyeimbangan tanah superior yang tidak dapat ditandingi oleh detektor lainnya.

Diskriminasi

Diskriminasi adalah kemampuan detektor logam untuk mengidentifikasi target terkubur berdasarkan sifat konduktif dan/atau besinya. Dengan mengidentifikasi target terkubur secara akurat, Anda dapat memutuskan untuk menggalinya atau menganggapnya sebagai sampah dan melanjutkan pencarian. Detektor Minelab menghasilkan nomor identifikasi target (ID Target) dan/atau Nada Target untuk menunjukkan jenis target yang telah terdeteksi.

Ada empat jenis utama diskriminasi dalam detektor Minelab:

1. Diskriminasi variabel – Jenis diskriminasi paling sederhana yang menggunakan tombol kontrol untuk menyesuaikan tingkat diskriminasi.

2. Topeng Besi / Tolak Besi – Sebagian besar digunakan dengan detektor pencarian emas untuk mengabaikan sampah besi.

3. Diskriminasi takik – Memungkinkan jenis target tertentu untuk diterima atau ditolak.

4. Smartfind – Bentuk diskriminasi paling canggih. ID target diplot berdasarkan sifat besi dan konduktif pada tampilan dua dimensi (2D). Segmen individu atau area tampilan yang lebih besar dapat diarsir

Tim Redaksi Lax Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.